Saturday, June 25, 2011

My Heart Wept

 Of suffered my heart cried
I have been punished for falling in love
And what was my crime??
I have been ruined…
I have been ruined for falling in love with you
Of sufferance my heart wept…
I have been punished for falling in love
And what sin have I committed??
Devastated I have been by falling in love with you
Of sufferance my heart cries
In love with you, I have been ruined
Strange is love…
Where happiness lasts but for a few moments…
Sorrows one gets and lovely one is tears and sorrows,
Grief and grievances is entails
Your face it is that I see everywhere
Your face, I see everywhere
Your memories torment me
Your face haunts me in the darkness of the night
In sufferance my heart cries
I have been punished for loving
What was my sin, I am devastated
I am ruined in my love for you
My heart I have given away to you, my love
I now belong to you
I swear it on you
I have given you my heart, my love
I now belong to you
Atrocities I will bear
For you, I will even lay down my life…
I swear it only on you
My hope I have pinned on you, my love
Your hand, I have held
Never will I forget you
I really belong to you now…
Thinking of you will I spend my lifetime?
After the Almighty, it is you I will worship
You may ask for everything… it belongs to you
Seek anything… it belong to you
I meet him sometime, and lose him
I unite with her and lose her…
Is this love…?
Strange are your ways, my lord
Out of sufferance my heart wept…
I really been punished for loving
Ruined I am for having loved you
I can’t live without you…
LOVE ALWAYS REMAINS FOREVERS… IT WILL COME TOWARD THE RIGHT PERSON EASILY WITHOUT YOU KNOWING IT…

:) Smile AlwaysWhenever there is Tears...

Friday, June 17, 2011

The Wonderful Woman

When God created woman he was working late on the 6th day
An angel came by and said: “Why spend so much time on that one?”
And the Lord answered:
“Have you seen all the specifications I have to meet to shape her ?"
“She must be washable, but not made of plastic, have more than 200 moving parts which all must be replaceable and she must function on all kinds of food, she must be able to embrace several kids at the same time, give a hug that can heal anything from a bruised knee to a broken heart and she must do all this with only two hands”.
The angel was impressed.
“Just two hands....impossible!“
And this is the standard model?!
“Too much work for one day....wait until tomorrow and then complete her“.
“I will not”, said the Lord. “I am so close to complete this creation, which will be the favourite of my heart”.
“She cures herself when sick and she can work 18 hours a day”.
The angel came nearer and touched the woman.
“But you have made her so soft, Lord”
“She is soft", said the Lord, “But I have also made her strong. You can’t imagine what she can endure and overcome.“
“Can she think?" the angel asked.
The Lord answered:
“Not only can she think, she can reason and negotiate.
The angel touched the womans cheek....
“Lord, it seems this creation is leaking! You have put too many burdens on her.”
“She is not leaking....it’s a tear” the lord corrected the angel
“What’s it for?" asked the angel.
And the Lord said:
“Tears are her way of expressing grief, her doubts, her love, her loneliness, her suffering and her pride.”
This made a big impression on the angel; “Lord, you are genius.
You thought of everything. The woman is indeed marvello
Indeed she is!
Woman has strengths that amazes man. She can handle trouble and carry heavy burdens.
She holds happiness, love and opinions.
She smiles when feeling like screaming.
She sings when she feels like crying, crys when she is happy and laughs when she is afraid.
She fights for what she belives in.
Stand up against injustice.
She doesn’t take “no” for an answer, when she can see a better solution. She gives herself so her family can thrive. She takes her friend to the doctor if she is afraid.
Her love is unconditional.
She cries when her kids are victorious. She is happy when her friends do well.
She is glad when she hears of a birth or a wedding
Her heart is broken when a next of kin or friend dies.
But she finds the strength to get on with life
She knows that a kiss and a hug can heal a broken heart.
There is only one thing wrong with her
She forgets what she is worth...
Pass this on to your lady friends to remind them how fantastic they are....pass it on to males you know. Sometimes they need to be reminded..!!!

:) Smile Always

Thursday, June 16, 2011

KESAYANGANKU

Assalamualaikum Dear Letter, macam mane aku nak bagitahu die yang bahawasanya aku sayang nak tinggallkan die, macam mane lah nanti bile die dah pergi degree dan aku pasti akan merasai kehilangan dirinya… pasti nanti aku akan rindukan suara dia yang sentiase memenuhi recent call phone aku… kalau lah aku nie lelaki pasti aku akan luahkan apa rasa hati aku ini… tapi aku amat takut bile aku melakukan itu pasti hatimu disakiti… pasti selepas itu kita akan terputus hubungan selamanya… sekiranya semua ini terjadi aku akan sentiase terkenangkan penyesalan ini yang aku rasakan amat menyeksakan… aku masih lagi teringat semua memori yang telah kita cipta bersama walaupun memori yang tercipta bersifat profesional…
Aku sengaja menunjukkan gambar kawan baik aku dari sekolah rendah lagi kepada dia hanya ingin melihat reaksi dia yang aku sayang bile melihat gambar itu… tapi sampai kini aku x tahu apa maksud kata2 yang keluar dari diri nya… semakin aku cuba merapatkan diri dengan dia pasti hubungan kami akan semakin renggang… adakah ini tandanya, tidak aka nada ikatan antara kami… walau macam mane pon aku selalu harapkan sayang aku x bertepuk sebelah tangan…
X de lafaz yang mampu mengungkapkan apa yang terbuku dihatiku… mungkin satu hari nanti akan ada janji yang mampu diungkap antara kami… biarlah rindu yang menjadi penentu segalanya…bayu pula akan membisikkan cinta dan sayang ku pada mu… tapi pada masa yang sama aku sedar siapa diri aku yang hendak digandingkan dengan dirimu yang bercita2 tinggi n bagi aku manis orang nya walaupon kulitnya x secantik n seputih susu… senyuman manisnya yang telah memikat hati ini dari aku semester 2 lagie… organisasi ini lah yang membuatkan aku sentiasa bahagia… jadi kenangan bersama semua ini x akan hilang dari memori diriku… 
Aku juga berjanji pada diriku jika aku bukan untuk dirimu dan kamu sudah mempunyai pilihan hati yang lain, aku pasti undur diri demi dirimu... biarlah aku dimarah kerana melepaskan orang sebaik dirimu, aku rela, mungkin kerana itu adalah sifat diriku yang x boleh disingkirkan lagie dan dalam apa jua yang aku lakukan terutamanya dalam soal hati aku x akan pernah menyingkirkan kekurangan diriku dari aspek fizikal... 

:) SMILE ALWAYS

Thursday, June 9, 2011

Bertepuk Sebelah Tangan...

Telah aku terima takdir dari Yang Esa
Tertusuk sembilu pedih hati terluka
Terkubur impian kita bina bersama
Terlerai sudah ikatan cinta
Baru aku sedari siapa diri ini
Sebalik suratan cahaya cinta yang suci
Sedalam renungan terlihat dalam diri
Hakikat cinta yang sejati
Ku turutkan cahaya dihadapan berliku
Keyakinan di dada mengiring langkahku
Jalinan bahagia iringan doa restu
Di dalam jiwa cinta yang satu
Jalanan yang berduri tetap aku gagahi
Biar gunung yang tinggi pasti kan kudaki
Detik-detik kenangan segar buat pedoman
Sepanjang jalan taman impian
Selamat sejatera kepada dirimu
Semoga berbahagia tanpa aku
Izinkan selamanya namamu di hati
 
Biarkan selamanya ku begini
Ku turutkan cahaya dihadapan berliku
Keyakinan di dada mengiring langkahku
Jalinan bahagia iringan doa restu
Di dalam jiwa cinta yang satu
Jalanan yang berduri tetap aku gagahi
Biar gunung yang tinggi pasti kan kudaki
Detik-detik kenangan segar buat pedoman
Sepanjang jalan taman impian
Selamat sejatera kepada dirimu
Semoga berbahagia tanpa aku
Izinkan selamanya namamu di hati
Biarkan selamanya ku begini
Sudah lumrahnya insan tak lepas kesilapan
Maafkan dosaku lupakan detik hitam
Sejarah yang berlalu jadikan pengajaran
Menuju bahagia idaman
Tentang HAti Luka...
hapuskanlah kenangan yang mengusik perasaan...
tiap kali memandang mu, tak terhingga kesalku... 
maafkan aku kerna aku x mampu mengawal perasaan ku padamu...
aku sedar siapa diriku, yang selalu mengambil kesempatan untuk bersama mu...
aku tahu semua yang aku lakukan hanyalah sesuatu yang sia sia kerna diriku tak selayak gadis lain untuk bergandingan dengan diri mu... 
MAAFKAN AKU KERNA MENSIA-SIAKAN KEPERCAYAAN MU...

:) Smile Always

Tuesday, June 7, 2011

KALAU DAH SUKA

Jika air adalah ciuman, aku akan kirimkan lautan. Jika pelukan adalah daun, aku akan kirimkan pohon. Jika cinta itu abadi, kutawarkan keabadian cintaku padamu!...
Kutuliskan namamu di langit, angin meniupnya. Kutuliskan namamu di laut, badai membawanya. Kutuliskan namamu di hatiku, cinta namanya...
Ada 12 bulan dalam setahun, 30 hari dalam sebulan, 7 hari dalam seminggu, 60 detik dalam satu jam. Tapi hanya ada kamu seorang sepanjang hidupku...
Hanya ada dua alasan aku bangun setiap pagi: alarmku dan kamu!...
Dalam benak orang bijak ada ide, solusi dan alasan. Dalam benak para ahli ada formula kimia, teori dan rumus. Di dalam benakku, hanya ada kamu!...
Aku pernah berpikir, aku tak akan bisa mewujudkan impianku. Tapi pikiran itu sekejap hilang sejak aku melihatmu....
Kata dimulai dengan ABC, Angka dimulai dengan 123. Lagu dimulai dengan do re mi. Cinta dimulai dengan aku dan kamu...
Ada samudera di lautan, ada hutan di pegunungan. Semuanya kuseberangi demi cintaku padamu, sudahkah kamu menerimanya?...
Saat kukirimkan SMS ini aku kehabisan kata-kata. Kehabisan Baterai. Kehabisan Pulsa. Tapi cintaku ini takkan pernah habis untukmu...
Sherlock Holmes itu idiot! Graham Bell itu bodoh! Yang satu detektif, yang satu penemu telepon. Tapi tak seorangpun yang menemukanmu selain aku. Aku jenius ya!...
Ah aku lupa namamu, boleh aku memanggilmu milikku? Dan kamu juga lupa namaku Kamu boleh memanggil aku milikmu tau...
Cinta itu 4 langkah doang: 1. aku 2. kamu 3. kita 4. cinta...
Aku mencintaimu! Jika kamu benci aku, panah saja diriku. Tapi jangan di hatiku ya, karena di situ kamu berada...
Kuminta mawar diberi-NYA taman. Kuminta setetes air diberi-NYA lautan. Kuminta malaikat diberi-NYA kamu!...
Hei kamu! Kamu pasti pencuri karena kamu mencuri hatiku. Kamu pasti lelah karena kamu selalu berlari di pikiranku. Tapi aku kangen kamu...
Seorang malaikat bertanya padaku, kenapa sih kamu cinta dia? Aku menjawabnya, karena tidak ada alasan untuk tidak mencintai dia...
Aku dan kamu itu malaikat dengan satu sayap. Jadi kalau kamu nggak bisa terbang, boleh nggak sih aku menemani kamu?...
Boleh nggak sih aku bilang aku cinta kamu hari ini? kalau besok gimana? besok lusa? besoknya besok lusa? gimana kalau selamanya?...
Kamu bilang Hi! aku diem aja. Kamu tersenyum, aku buang muka. Kamu bilang cinta, aku nggak suka. Tapi kalau kamu bilang selamat tinggal, aku kehilangan...
Sahabat itu manis kalau baru. Lebih manis kalau jadi cinta. Tapi yang paling manis kalau itu adalah kamu...
Kalau kamu sedih nanti, telepon aku ya. Aku nggak janji bikin kamu ketawa, tapi aku janji aku akan menangis bersamamu...
Saat melihatmu, aku takut menyentuhmu. Saat menyentuhmu, aku takut menciummu. Saat menciummu, aku takut mencintaimu. Saat mencintaimu, aku takut kehilanganmu...
Andai aku jadi bantal, biar kau bersandar. Andai aku jadi tempat tidur, biar kau berbaring. Andai aku jadi selimut, akan kupeluk kau erat...
Aku suka matahari krna sinarnya menghangatkan jiwa, Aku juga suka Bulan krna cahaya redupnya
menenangkan hati, tapi Aku lebih suka Bumi krna dibumi ada kamu!!...
Sepi bukan berarti Hilang, diam bukan berarti Lupa, dan jauh bukan berarti Putus!!! krna diantara kita ada stu ikatan yg tdk mdh dilupakan yaitu CINTA!!!...
Redup awan memecah bumi, tiupan angin membawa mimpi, ucapan slmt pagi ingin kuberikan bagi yg blm mandi upss…bau sekali..hehe tapi km ttp cantik kok met pagi bebs...
1+1 = 2 mataku ingin melihatmu, 59+1= 60 menit ku mengingatmu, 23+1= 24 jam ku memikirkanmu,6+1= 7hari aku merindukanmu , 11+1= 12 bulan and seterusnya km adalah cintaku…

aku pon tak tau la, CINTA buta ke, INSAN tue yang buta...  
:) Smile Always

Suite 6019

Hakim tiba di The Putri Pacific, Johor Bahru tepat jam satu setengah pagi. Memandu sendiri dari Penang ke Johor menyebabkan badannya terasa sangat penat sekali. Pada mulanya, Hakim bercadang untuk menaiki kapal terbang seperti selalu. Tambahan pula arahan mengejut ayahnya itu sampai ke pengetahuannya sudah agak lewat. Namun, entah mengapa cadangannya itu ditegah kuat oleh ayahnya. Maka terpaksalah dirinya memandu seorang diri juga.
Sebaik sahaja tiba di hadapan pintu utama, Hakim terus memberhentikan keretanya lalu menyerahkan kunci kereta kepada jookey yang bertugas. Dengan langkah yang longlai Hakim menuju ke meja pendaftaran bagi mengambil kunci bilik. Mujur sahaja segala urusan pendaftaran bilik telah dilakukan oleh ayahnya. Entah apa agenda ayahnya sehingga beriya-iya menyuruhnya datang ke Johor Bharu hari ini. Secara mengejut pula tu. Katanya lagi semuanya sudah sedia. Dirinya hanya perlu mengikuti jadual yang telah disusun untuknya. Ada individu yang telah ditugaskan untuk menguruskan jadualnya di sana. Untuk melihat projek tapak masjid katanya. Pelik juga rasa hatinya. Sejak bila Rahaman Logistic and Transportation Holdings terlibat dengan projek pembinaan? Masjid pula tu?
Setelah menyebut namanya, akhirnya kunci bilik bertukar tangan. Hakim melihat nombor yang terdapat pada kad yang berada ditangannya. Suite 6019. Sebaik sahaja tiba di dalam lif, tangannya pantas menekan butang bernombor enam. Keluar sahaja daripada lif, langkah kakinya laju sahaja menuju ke bilik yang tertulis 'Suite 6019' pada pintunya. Pintu bilik dibuka. Tanpa membuka sebarang lampu, dengan hanya bertemankan cahaya samar biasan dari celahan pintu bilik air, Hakim membuka baju dan tinggal hanya berseluar pendek. Lalu dia terus hilang disebalik gebar yang tebal.Dendangan lagu nasyid yang semakin kuat telah mengganggu lenanya.
"Argghh!! Mana pula datangnya lagu nasyid pagi-pagi buta ni..!!"' marah Hakim kerana lena nyenyaknya terganggu. Tangannya yang enak memeluk sesuatu dikalihkan. Lingkaran tangan di pinggangnya juga dilepaskan. Tiba-tiba Hakim terfikir sesuatu. Eh, aku peluk apa tu, dan siapa pula peluk aku? Bantal ke? Kenapa rasa macam orang je, tak pun, hantu.. kalau tidak takkan dia boleh peluk aku.., Hakim berkira-kira sendiri. Ish.. seram pula rasa. Dengan perlahan-lahan kelopak matanya dibuka. Sedikit demi sedikit. Sebaik sahaja Hakim membuka mata, dia dapat melihat wajah seorang wanita yang tidak sampai sejengkal jarak wajah mereka.
Dalam masa yang sama, tanpa diduga, wanita tersebut juga membuka matanya. Buntang mata keduanya melihat satu sama lain. Mereka sama-sama terjerit seraya bingkas mereka duduk. Kedua-duanya pantas menarik selimut. Hakim dapat melihat wanita tersebut cuba menutupi lurah di dadanya yang mengkal akibat leher baju berbentuk-v yang agak besar. Hakim sendiri pula ingin menutup dadanya yang terdedah. Mereka terlalu taksub menarik selimut hingga ke dada tanpa menyedari selimut di bahagian kaki semakin tiada.
"Aaaah!!", jerit wanita itu lagi apabila melihat bulu-bulu di kaki Hakim. Wa.. Aku pakai seluar pendek je semalam. Lupa. Suara jeritan wanita itu terasa membingit ditelinganya. Pantas mulut wanita itu ditekup.
"Shh..!! Bisinglah..", marah Hakim.
"Apa kau buat kat sini?", tanya perempuan itu sebaik sahaja Hakim melepaskan mulutnya. Wajah wanita itu kelihatan bingung.
"Aku yang patut tanya kau, apa yang kau buat kat dalam bilik aku ni? Macam mana kau boleh masuk?", soalan wanita itu dibalas dengan soalan juga oleh Hakim.
"Eh, apa pula bilik kau. Ini bilik aku lah..!!", jawab wanita itu tegas.
"Bilik aku..", kata Hakim pula. Pantas tangannya mengambil kad yang diberikan oleh pekerja hotel kepadanya awal pagi tadi. Wanita itu menelek sebentar kad yang berada di tangan hakim. 'Suite 6019'. Wanita itu menggaru kepalanya yang tidak gatal.
Eh, betullah ni bilik Suite 6019. Tapi macam mana pula boleh sama dengan nombor bilik aku. Takkanlah..? Secara tiba-tiba Fazureen bingkas seraya pergi ke meja solek untuk mengambil kunci biliknya pula. Ingin melihat, siapa yang salah sebenarnya. Fazureen bangun sambil menarik selimutnya bersama. Bimbang lelaki yang tidak dikenali dihadapannya ini melihatnya dalam gaun tidur yang sangat jarang itu. Hiss..!! Seksi..
Setelah kunci biliknya dicapai, Fazureen melangkah kembali ke arah lelaki itu. Sekali lagi Fazureen terjerit apabila melihat lelaki itu yang tidak berbaju dan hanya berseluar pendek itu. Wanita tersebut terus berselubung dalam selimut. Menutupi seratus peratus tubuhnya. Dah macam kura-kura, rupanya..
Hakim yang terkejut dengan jeritan wanita itu buat sekian kalinya, baru tersedar akan keadaan dirinya.Pantas dia terjun ke atas lantai sambil merangkak ke bahagian penyidai untuk mencapai tuala yang tersidai. Selepas mengikat tuala tersebut dengan kemas dipinggangnya, barulah Hakim mendekati wanita tersebut.
"Dah ke..?", tanya wanita itu perlahan.
"Dah.."
"Eh, tu tuala aku lah..!", tegur wanita itu sebaik sahaja mengalihkan selimut dimukanya.
"Habis.. kau nak aku londeh kat sini ke?", tanya Hakim sinis. Hal tuala pun sibuk nak berkira, getus hati Hakim. Eh, aku pun ada tuala la..!
"Err.. tak pe.. tak pe.. kau pakai je..", gelabah Fazureen mendengarkan kata-kata lelaki tersebut.
"Hah.. mana kunci engkau..?", tanya Hakim untuk mendapatkan kebenaran. Tanpa banyak soal, wanita tersebut menyerahkan kunci padanya. Hah? 'Suite 6019' juga??!
Ketukan dipintu yang bertalu-talu telah menggandakan rasa terkejut di dada Hakim. Namun, rasa terkejut itu ibarat telah dikuasatigakan apabila insan-insan yang berada di hadapan pintu itu mendakwa mereka daripada Pejabat Agama, Johor Bahru.
"Ah.. sudah..", kata hati Hakim.
*******************************************************
"Apa yang kau dah buat ni, Hakim?", tanya Encik Rahaman, papa kepada Hakim. Buntang mata Hakim tatkala dia disergah begitu sebaik sahaja dia tiba di suatu bilik yang terdapat di Pejabat Agama tersebut.
"Cepatnya papa sampai ke sini, naik private jet ke?", sempat lagi Hakim hendak berculacon. Sengihan kelat pula sengaja ditayangkan buat ayahnya. Jegilan mata papanya cuba tidak diendahkannya. Tidak mahu suasana disitu makin tegang. Mata Hakim sempat mengerling pada seorang lagi lelaki yang seusia ayahnya yang turut berada disitu. Ayah wanita ini barangkali, telahnya.
"So, macam mana ni Bang Aji", tanya lelaki yang tidak dikenalinya itu kepada pegawai yang 'mencekup' mereka tadi.
"Melihatkan kepada keadaan mereka berdua ni semasa diserbu, rasanya lebih baik mereka ini dinikahkan"
"Apa nikah?!!", jerit wanita itu. Terkejut Hakim dibuatnya. Kuat menjerit betullah dia ni, kutuk Hakim di dalam hati.
"Reen.. kamu diam..!!", marah lelaki itu lagi.
"Tak naklah papa.. Reen tak salah. Pihak hotel yang salah. Diorang kasi kunci bilik yang sama kat kita orang. Lepas tu kita orang pulak tak perasan. Semuanya ni salah faham je, papa, pak cik.. tok aji lebai..", bangkang wanita itu selamba sambil tangannya membetul-betulkan rambutnya yang serabai. Isk.. rimas aku..
"Hah.. kamu Hakim, tak mahu cakap apa-apa?!", tanya papa sinis.
"Nak cakap apa? Betullah apa yang perempuan ni cakap..", jawab Hakim acuh tak acuh. Wah!! Memang selamba habis mereka berdua nih..
"Hmm.. kalau macam tu kita nikahkan sajalah budak berdua nih!! Konon-kononnya tak kenal.. Pihak hotel salah bagi kunci bilik… Tapi belum apa-apa jawapannya sudah sepakat. Kalau macam tu kita berbesan ajelah, Encik Fauzi..", terbeliak mata dan terlopong mulut Hakim dan Fazureen mendengarkan usul Encik Rahaman itu. Biar betul? Ingat berjaya bela diri tadi.. Rupa-rupanya kantoi juga. Isk..
"Yelah. Nampak gayanya itulah yang terbaik buat masa sekarang nih. Kalau macam tu, saya minta pernikahannya dibuat dua hari dari sekarang boleh, Pak Aji? Sebab saya ingat nak suruh budak berdua ni ambil kursus kahwin dulu hari ni. Esok pula, kita buat persediaan apa yang patut. Walaupun, perkahwinan ini sebab tangkap basah. Tapi saya nak juga meraikannya. Almaklumlah, Reen ni anak tunggal saya…", balas Encik Fauzi panjang lebar. Pegawai yang digelar Pak Aji itu pula hanya mengangguk kepala tanda bersetuju dengan usul yang diberikan oleh papa Fazureen tadi.
"Yelah..", kata Encik Rahaman tanda memberikan persetujuan sambil menepuk bahu Encik Fauzi. Mereka ketawa dan terus berlalu meninggalkan Fazureen dan Hakim yang terpinga-pinga. Wah!! Gembiranya mereka nak dapat menantu..
*******************************************************
"Woi.. kau tak bosan ke?", tanya Hakim. Sudah lebih enam jam mereka dikurung bersama di dalam bilik itu bagi menghadiri kursus perkhawinan. Awal pagi tadi, setelah bapa masing-masing telah mengambil kata sepakat untuk menikahkan mereka, mereka hanya diberikan satu jam untuk membersihkan diri, bersiap dan bersolat. Setelah itu mereka terus kembali dikurung di dalam bilik ini. Sekarang mereka sedang menantikan juadah makanan tengah hari mereka tiba.
"Bosanlah.. tak fasal-fasal hari ni satu hari kena dengar ceramah..", rungut Fazureen pula. Adeh.. lusa dah nak kena kawin dengan mamat ni..
"Weh.. kau kerja apa? Kau ada planning ke nak buat apa lepas ni?", tanya Fazureen pula.
"Perlu ke kau tau aku kerja apa? Kenapa kau nak tau apa planning aku, kau nak ajak aku pergi dating ke?", tanya Hakim dengan wajah yang sangat kerek. Nyampah pula Fazureen melihatnya. Satu cebikkan diberikan kepada Hakim.
"Hek eleh.. Perasan la kau ni. Mesti la aku kena tau kau kerja apa. Naya la aku kalau kahwin dengan perompak ke ape..?", balas Fazureen selamba.
"Hoi..! Aku sikit punya hensem cenggini ko cakap aku ni penyamun… Kureng asam boi betullah kau nih..!! Hmm.. fasal apa kita nak buat lepas ni malam nanti aku fikirkan. Malam nikah kita aku bagi tau kau..", kata Hakim pula. Fazureen pula hanya mengangguk kepala. Malas untuk memanjangkan bicara.
*******************************************************
"Aku terima nikahnya Fazureen binti Fauzi dengan mas kahwinnya sebanyak seratus dua puluh ringgit, tunai..", dengan sekali lafaz sahaja Hakim dan Fazureen kini sudah bergelar suami-isteri. Fuhh!! Hakim menarik nafas lega. Selesai juga semuanya akhirnya. Mujur juga nama si Fazureen itu pendek saja. Kalau tidak mahu terbelit lidahnya.
*********************************************************
"So, apa perancangan kau?", tanya Fazureen sebaik sahaja Hakim melangkah masuk ke dalam bilik mereka setelah penat melayan tetamu-tetamu yang hadir pada kenduri pernikahan mereka.
Kenduri pada malam ini hanyalah kenduri kecil-kecilan sahaja. Majlis resepsinya hanya akan diadakan dua bulan dari sekarang. Kata mama, bagi peluang untuk mereka berdua saling bermesraan dahulu. Huh!! Bermesraan..
"Sabarlah, bagi la aku duduk dulu. Kau ni gelojoh betullah..", balas Hakim pula seraya melabuhkan punggungnya di atas katil yang berhias indah. Isk.. perempuan nih.. tak menyempat-nyempat.
"Kau nak bilik asing ke?", Hakim memulakan bicara.
"Kalau kau tak kisah..", jawab Fazureen ringkas. Hmm.. best jugak kalau boleh dapat bilik asing. Selamat sikit aku, kata hati Fazureen sambil ketawa kecil.
"Hm.. aku ok je. Tapi kita tetap akan tunaikan tanggung jawab kita sebagai suami isteri. Ni kiranya sebagai syarat ajelah. Syarat bagi lepas tanggung jawab kau dengan aku. Ok?", Hakim menyambung bicara.
"Maksud kau?"
"Macam ni.. Dalam kursus semalam ada cakapkan, tanggungjawab suami adalah untuk memberikan nafkah zahir dan batin kepada isteri. So, kita buat apa yang wajib je sebagai syarat tak senget bahu aku kat akhirat nanti", terang Hakim panjang lebar.
"Maksudnya, kau nak suruh aku tidur dengan kau ke?", tanya Fazureen pula. Cuba mendapat kepastian tentang maksud ayat Hakim tadi.
"A'ah, tapi sebagai cukup syarat je.."
"Aku tak faham.. Macam mana pula tu?", tanya Fazureen sambil menggaru lehernya yang tiba-tiba terasa gatal.
"Macam ni.. hmm.. hari ni hari ape..?", isk.. ada kaitan ke dengan hari rancangan dia ni, rungut Fazureen dalam hati.
"Rabu..", jawab Fazureen ringkas. Hari pun tak tahu.
"Ok.. Gini.. Setiap hari rabu kau akan tidur dengan aku sebagai syarat untuk melepaskan tanggungjawab aku pada kau. Zahir dan batin. Duit sara hidup aku bagi kau dua ribu sebulan. Kira tu untuk tanggungan perbelanjaan rumahlah. Hari-hari lain kita boleh buat aktiviti sendiri.. ", terang Hakim pada Fazureen akan rancangannya.
Fazureen pula kelihatan seperti terkulat-kulat cuba untuk mencerna apa yang telah diterangkannya tadi. Logik ke?
"Hah.. ada lagi.. Dalam sebulan kau kena tidur dengan aku sekurang-kurangnya empat kali..", tambah Hakim lagi.
"Eh.. mana boleh macam tu. Dalam sebulan paling tidak aku seminggu datang bulan. Mana boleh tidur dengan kau waktu tu..", sanggah Fazureen pula. Boleh ke kita orang buat macam ni..
"So, aku akan bagi nafkah untuk ko bagi minggu yang ko uzur tu secara in-advace lah. Harinya biar aku saja yang pilih. Kalau aku suruh kau takut kau segan pulak nanti. Hmm.. sama gak kalau ada minggu yang aku kena pergi outstation. Semuanya akan kita selesaikan secara in-advance. Tapi kalau tak dapat jugak kira aku berhutang la dengan kau. Hmm.. macam mana.. setuju?", tanya Hakim lagi bagi mendapatkan persetujuan daripada Fazureen.
"Perlu ke kita buat macam tu? Kalau kita buat bodoh je and hidup sendiri-sendiri tak boleh ke?"
"Masalahnya tanggungjawab tu wajib. Kau nak ke tanggung dosa free macam tu? Tak nak aku.. Dah la aku cakap kat papa yang aku dah bertaubat. Sekali kau pulak nak ajak aku buat dosa. Kau nak tanggung dosa tu kat akhirat nanti?", tanya Hakim lagi. Fazureen hanya menggeleng.
"Hah..!! Dah tu tunggu apa lagi. Jomlah.."
"Sekarang ke?"
"Yelah.. hari ni kan hari Rabu", kata Hakim sambil meraih tangan Fazureen sebelum lampu bilik mereka dipadamkan.
**********************************************************
Sebulan telah berlalu…
"Weh.. minggu depan aku outstation seminggu. So, malam ni 'hari rabu'. Ko jangan balik lambat pulak..", pesan Hakim ringkas sebelum meletakkan telefon.
Fazureen menepuk dahinya tatkala mendengarkan pesanan dari Hakimi melalui peti simpanan suara telefon bimbitnya. Adeh!! Malam ni 'hari rabu ' la pulak.. Aku baru planning nak pergi enjoy dengan Sarah. Pantas diari dihadapannya dibuka dan ditandanya pangkah pada tarikh hari ini. Entah mengapa Fazureen akan menanda pada diarinya setiap kali 'hari rabu' menjelma.
Tiga bulan kemudian…
"Reen, hari ni kita duduk kat rumah sajalah ye. 'Hari rabu' in-advance. Esok aku ada kerja nak buat..", Fazureen menggaru kepalanya. Pelik. Rasa seperti ada yang tidak kena. Serasa seperti kerap benar 'hari rabu' menjelma. Pantas diarinya dibuka. Silang pangkah yang berada di dalam bahagian planner di dalam diari tersebut dikiranya. Dua puluh lima silang pangkah. Eh.. Jap.. Macam mana boleh sampai dua puluh lima kali silang pangkah ni? Dalam empat bulan bukan ke hanya ada lebih kurang enam belas kali hari Rabu? Masakan pula 'hari rabu' mereka mencecah dua puluh lima kali??
******************************************************
"Weh.. Aku nak tanya sikit..", kata Fazureen pada suatu malam ketika dia berada di bilik Hakim.
"Hmm.. apa?", Hakim menoleh sambil melihat wajah Fazureen. Cuba untuk memberikan perhatian kepada apa yang bakal Fazureen tanyakan. Renungan lembut dari matanya menyapa wajah bersih dihadapannya.
Fazureen mengambil diari yang berada di atas meja solek, lalu diunjukkan kepada Hakim.
"Kau buka dan kiralah..", kata Fazureen pula. Hakim membuka diari tersebut lalu diselaknya helaian muka surat yang berada di dalam diari itu. Setelah menyelak beberapa muka surat, Hakim memandang wajah Fazureen sambil mengangkat kening. Sebagai maksud – Nak suruh kira apa?.
"Kiralah silang pangkah yang ada dalam tu..", jawab Fazureen seakan dapat memahami pertanyaan bisu Hakim tadi.
"Berapa?", tanya Fazureen setelah beberapa ketika Hakim mendiamkan diri.
"Dua puluh lima..", jawab Hakim acuh tak acuh. Keningnya dikerutkan. Tidak faham apa maksud tanda silang pangkah itu.
"Silang pangkah ni untuk apa?", terpacul jua soalan yang berlegar dibenaknya.
"Hari rabu", jawab Fazureen ringkas.
"Adeh.. kantoi.. Maksudnya kau memang tanda setiap kali 'hari rabu' kita?", tanya Hakim sambil menepuk dahinya. Sengihan kerang busuk pula terselit dibibirnya. Fazureen tidak faham maksud kantoi Hakim itu, tetapi kepalanya mengiyakan pertanyaan Hakim.
"Jadi kau dah sedarlah ya..", tanya Hakim lagi.
"Apa maksud kau?", tanya Fazureen sambil mengerutkan dahi.
"Bilangan 'hari rabu' kita.. lebih daripada sepatutnya.."
"Macam mana boleh jadi macam tu?", sungguh Fazureen tidak faham.
"Reen.. aku sayang kau lah ngok..!! Sebab tu aku saja cakap ada kerja la itu ini.. Kau tak perasan ke, sejak kita kahwin mana pernah aku pergi outstation lagi…?", tanya Hakim sambil tersengih. Lega hatinya kerana dapat meluahkan apa yang terpendam di dalam hatinya sejak selepas dua minggu pernikahan mereka. Entah mengapa hatinya terpaut pada Fazureen, isterinya.
"Ya Allah.. terkena aku..", kata Fazureen sambil menggosok kepalanya tanda tidak percaya. Dia tertipu selama ini. Isk.. aku ni..
"Sebenarnya aku plan nak bagi tau perkara ni bila kau pragnent nanti. Sebab tu banyak sangat 'hari rabu' kita. Hehe.. Aku risau kalau aku bagi tau awal-awal kau nak lari pulak dari aku. Atleast kalau dah ada baby kau memang confirm tak boleh lari..", wah..!! licik betul perancangan si Hakim ni. Macam tak percaya Fazureen mendengarnya.
"Sejak bila kau mula suka aku?"
"Entah.. Dua minggu lepas kita nikah kot..", jawab Hakim sambil angkat bahu.
"Kalau macam tu aku pun ada benda nak bagi tahu ni..", Hakim mengangkat keningnya sambil tersenyum.
"Aku pregnant.."
"Hah.. Yuhuuuuuuuuuuu!!", kata Hakim sambil terloncat gembira. Jadi juga planning aku akhirnya.. Yaaaahooooooo….!!! Fazureen pula hanya tersenyum melihat telatah suaminya…
**********************************************************
"Papa.. mama.. kita orang ada news nak bagi tahu..", kata Hakim kepada ibu bapa dan mertuanya. Sengaja dia mengajak mereka semua makan malam di restoran pada malam itu. Jari jemari Fazureen digenggamnya erat dibawah meja.
"Papa.. mama semua bakal dapat cucu..", kata Hakim lagi. Fazureen pula tertunduk malu.
"Yes..!! Menjadi juga planning kita..", kata Encik Rahaman kepada Encik Fauzi sambil membuat high-five.
"Hah..!! Planning..", bulat mata Hakim dan Fazureen. Rupanya kejadian tangkap basah itu semua adalah rancangan ayah mereka bersama.
"Cis..!! Terkena lagi aku..", kata Fazureen tiba-tiba.
Pecah tawa mereka semua yang berada di meja itu. Suara yang paling kuat sudah semestinyalah Hakim sendiri. Faham akan maksud Fazureen itu. Merintik merah muka Fazureen diketawakan oleh ibu bapa dan mertuanya.
"Reen..", Fazureen menoleh pada Hakim.
"I love you so much. Thank you..", ucap Hakim dalam nada yang
cukup romantis. Mata mereka juga turut beradu. Dan hati mereka juga turut menyanyikan lagu yang sama – Aku cinta padamu.
**********************************************************
"Abang..!!" jerit Fazureen dari dalam bilik. Terkocoh-kocoh Hakim berlari masuk ke dalam bilik. Hampir ketawa Fazureen melihat keadaan suaminya, dengan apron yang terikat dipinggang dan tangan yang tersarung sarung tangan ovennya. Tangan kanan memegang sudip dan tangan kiri pula memegang tudung periuk.
"Kenapa?" tanya Hakim bersama sedikit mengah.
"Rin nak muntah.." jawab Fazureen perlahan.
Bulat mata Hakim mendengar kata-kata Fazureen. "Lagi?" Fazureen menganggukkan kepalanya. Seingat Hakim, untuk pagi ini saja sudah hampir dua belas kali Fazureen muntah. Sampai lembik jadinya isterinya itu. Hakim menggeleng tak percaya.
"Betul ke? Ada lagi ke isi yang nak dimuntahkannya tu?" Hakim cuba mencari jawapan yang lebih pasti. Rasa seperti tidak dapat diterima oleh akalnya. Pagi tadi Fazureen hanya menjamah sekeping roti bersama segelas susu. Masakan dengan makanan yang sebanyak itu, Fazureen mampu untuk muntah sebanyak dua belas kali? Sungguh tak masuk dek akal.
"Abang..!! Cepatlah, Rin nak muntahlah.." marah Fazureen tiba-tiba. Rasanya sudah tidak mampu untuk dia menahan rasa loya namun suaminya itu banyak pula soalnya..
"Oh.. ya.. ya.." kelam-kabut Hakim mendekati Fazureen dan cuba untuk memapahnya ke bilik air. Tetapi, entah mengapa serasa seperti kekok dan payah benar untuk Hakim mencari posisi yang betul untuk memapah Fazureen. Seperti ada yang tidak kena.
"Abang.. kalau ya pun, letak la dulu sudip dengan tudung periuk tu. Abang nak bawak ke mana?" tegur Fazureen pula.
Opss!! Hakim hanya tersengih. Pantas dia meletakkan sudip dan tudung periuk ditangannya. Kemudian, dia menggaru kepalanya yang tidak gatal. Cover malu sebenarnya.
"Abang.. nak muntah dah ni.." jerit Fazureen bersama muka yang berkerut-kerut. Dengan rasa yang tidak keruan, Hakim cuba mencempung badan Fazureen. Belum separuh badan Fazureen diangkat, muntah Fazureen sudah pun selambak keluar. Habis baju dan apron Hakim.
"Opss!!", kata Fazureen sambil tersengih.
"Alamak, apron abang. Ni last yang tinggal la sayang.." rungut Hakim perlahan sambil tersenyum sumbing. Sebelum ini sudah sepuluh apron Hakim yang terpaksa direndam. Semuanya gara-gara terkena muntah Fazureen. Perlahan-lahan Fazureen diletakkannya kembali ke katil. Kemudian, Hakim turut melabuhkan punggungnya ke katil.
"Abang.." panggil Fazureen.
"Ape?" jawab Hakim acuh tak acuh. Hakim masih lagi sibuk membersihkan muntah Fazureen yang terlekat pada apronnya.
"Tadi abang tengah masak ya?" tanya Fazureen lagi.
"Yelah, habis abang nak buat apa lagi dengan pakai macam ni?" jawab Hakim lagi.
"Abang masak apa?" Hakim mengerutkan dahi. Banyak pula soalan Fazureen hari ini. Selalunya Fazureen jarang bertanya, dia makan sahaja apa yang disediakan Hakim untuknya.
"Goreng ikan keli.." balas Hakim ringkas.
"Oh, sebab tulah siap dengan tudung periuk semua ya, buat perisai sebab ikan tu meletup eh?" balas Fazureen pula sambil ketawa-ketawa. Hakim hanya menayang muka tak puas hati kerana ditertawakan oleh isterinya.
"Abang dah tutup api ke belum? Sebab Rin bau macam ada benda hangit je ni.." bagai disengat tebuan, Hakim berdiri.
"Alamak, ikan aku..!!", jerit Hakim sebelum terkocoh-kocoh dia berlari ke dapur untuk melihat ikannya yang hangus rentung. Alamatnya, makan nasi bungkus lagi la hari ni, kata Hakim di dalam hati.Fazureen hanya ketawa melihat telatah suaminya sambil menggelengkan kepala.
*********************************************************
TUJUH BULAN KEMUDIAN...
"Abang.." panggil Fazureen suatu malam. Hakim masih lagi pulas lena dipembaringannya.
"Abang.." panggil Fazureen sekali lagi sambil menggoyangkan sedikit badan suaminya. Hakim tersedar. Dia membuka mata sedikit dan menghadiahkan senyuman buat Fazureen sebelum memejamkan matanya kembali.
"Abang.." jerit Fazureen sedikit kuat.
"Apa?" jawab Hakim antara sedar tak sedar.
"Perut Rin sakit.." adu Fazureen sambil menyeringai. Menahan rasa sakit yang mula menyucuk-nyucuk di bawah ari-ari dan dipinggangnya.
"Hmm.. Rin nak berak ke?" tanya Hakim yang masih lagi mengantuk. "Kalau Rin nak berak, pergilah tandas.." tambah Hakim lagi.
"Bukanlah abang, Rin rasa macam baby ni dah nak keluar je," balas Fazureen pula dalam nafas yang tersekat-sekat.
"Baby nak keluar? Nak keluar ke mana pulak malam-malam ni, Rin?", balas Hakim lagi yang ternyata masih lagi mamai. Tidak sedar dengan apa yang dituturkannya. Penat menguruskan hal-hal pejabat dan menguruskan rumah tangganya masih lagi terasa.
"Abang, baby dah nak keluar la..!!" jerit Fazureen sambil mencubit lengan suaminya. Tidak tahan dengan rasa sakit yang semakin kerap terasa serta geram apabila sedar dia berborak dengan suaminya yang sedang mamai.
Jeritan Fazureen yang kuat dan cubitan Fazureen yang terasa berbisa dilengannya telah membuatkan rasa mengantuk Hakim hilang begitu saja. Segar dan bulat matanya memandang Fazureen. Malah rasa terkejutnya menjadi berganda apabila melihat wajah Fazureen yang sudah mula basah dengan air mata.
"Abang, sakit.."
Hah, sakit?! Pantas Hakim bangun, membuka lampu bilik tidur mereka. Beg pakaian Fazureen beserta bakul barang-barang bayi yang terletak ditepi almari dicapainya. Kunci kereta yang tersangkut di dinding disambarnya sebelum dia berlari bergegas masuk ke dalam kereta dan lantas enjin kereta dihidupkannya.
Fazureen tercengang melihatkan suaminya yang bergegas turun tanpa membawa dirinya bersama.
Belum sempat handbrake dilepaskan, barulah Hakim perasan rupanya Fazureen belum dibawanya. Hakim menepuk dahinya sekali. Allah.. itulah selalu waktu dia buat rehearsal…˜Pelan Kecemasan Bersalin… tak pula dia praktis untuk membawa Fazureen, selalunya dia berlatih untuk mencapai barang-barang keperluan Rin saja. Terkocoh-kocoh Hakim kembali berlari naik ke bilik untuk mendapatkan Fazureen.
"Sorry Rin, abang lupa.." ucap Hakim sambil tersengih. Lantas badan Fazureen diangkat dan dibawa masuk ke dalam kereta.
"Abang, sakit bang.." rintih Fazureen bersama-sama air mata yang menderu mengalir dipipinya.
"Sabar, yang.." hanya itu balas Hakim disepanjang perjalanan mereka. Hatinya cuak apabila mendengar rintihan Fazureen bersama linangan air mata. Ditambah pula dengan keadaan yang mengeliat ke kiri dan ke kanan kesakitan. Semuanya membuatkan hati Hakim menjadi tidak keruan. Pedal minyak ditekannya sekuat hati dan akhirnya mereka tiba di hospital berdekatan.
Setibanya di hospital, Hakim berhenti betul-betul dihadapan pintu masuk wad kecemasan. Hakim turun dan pantas berlari membuka pintu untuk Fazureen. Kelihatan seorang petugas wad kecemasan berlari mendekati mereka sambil menyorongkan kerusi roda. Dengan berhati-hati mereka mengangkat Fazureen dan meletakkannya di atas kerusi roda. Lalu, Fazureen terus dibawa ke bilik bersalin.
*******************************************************
Sepuluh minit sudah berlalu. Hakim mundar-mandir dihadapan pintu bilik bersalin. Rasa hatinya bercampur-campur disaat itu. Ada runsing, risau, teruja, bahagia dan sebagainya. Tiba-tiba Hakim baru teringat bahawa ibu bapa serta mertuanya masih lagi belum dimaklumkan mengenai Fazureen, pantas jari-jemarinya menekan punat-punat telefon bimbitnya untuk mengkhabarkan khabar gembira tetapi cemas itu.
Sedang Hakim cemas sendirian, tiba-tiba pintu bilik bersalin tersebut terbuka. Kelihatan seorang nurse keluar dan mendekatinya.
"Encik ni suami Puan Fazureen?" tanya nurse tersebut.
"Ya.. jawab Hakim bersama debaran dihati. Bimbang ada berita yang kurang enak yang bakal disampaikan kepadanya.
"Puan Fazureen panggil encik masuk," kata nurse itu lagi sambil tersenyum. "Marilah.." ucap nurse itu lagi sebelum mempersilakan Hakim masuk. Dengan perasaan yang berbaur-baur, Hakim menurut setiap jejak nurse tersebut.
Sebaik sahaja tiba di dalam bilik bersalin tersebut, kelihatan Fazureen yang sedang berbaring di sebuah katil. Terdapat beberapa orang nurse dan seorang doktor yang sedang menemani isterinya itu. Fazureen yang perasan akan kelibatnya lantas menghulurkan tangan kepadanya. Pantas Hakim menyambut huluran tangan Fazureen. Wajah Fazureen yang jelas menunjukkan riak perit akibat menanggung kesakitan, benar-benar menusuk hatinya.
"Sabar Rin.."
Aaaahhh!! Jerit Fazureen tiba-tiba. Pegangan tangan Fazureen ditangan Hakim menjadi semakin erat.Dumm!! Hakim tumbang. Tercengang seketika insan-insan yang berada di dalam bilik bersalin tersebut. Dalam menyerigai sakit, Fazureen ketawa.
**********************************************************
Sinaran cahaya yang terang terasa seakan-akan menyucuk-nyucuk matanya. Perlahan-lahan Hakim membuka matanya. Samar-samar kelihatan ibu bapa serta mertuanya yang sedang berkerumun di katil. Hakim cuba mengingati apa yang berlaku tadi. Rin?! Bingkas Hakim bangun dari pembaringannya.
"Dah bangun kamu Hakim?" tegur Encik Fauzi tatkala menyedari menantunya itu sudah sedar dari pitamnya. Teguran Encik Fauzi telah menyebabkan empat pasang mata yang lain turut tersorot ke arah Hakim.
Hakim tidak mengendahkan pandangan mata ibu bapa serta mertuanya tetapi terus dia melangkah mendekati Fazureen yang sedang menyusukan anaknya.
"Rin.." ucap Hakim perlahan. Wajah keletihan Fazureen direnungnya penuh simpati. Tangan Fazureen dicapainya dan dicium sekali, lama. Fazureen tersenyum ke arah suaminya.
"Rin, lepas ni abang tak nak baby lagi.." ucap Hakim tiba-tiba. Pecah tawa mereka di situ. Fazureen pula hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Ternyata Hakim serik..


TERNYATA CINTA ITU TIDAK MENGENAL SIAPA??? 
DAN SAAT KITA KENAL ERTI CINTA HATI TIDAK AKAN MAMPU MENOLAKNYA…
JODOH YANG TELAH DITETAPKAN ITU LAH YANG TERBAIK... 

Thursday, June 2, 2011

Pusat Sains Negara & PWTC

 1 Mei yang amat bermakna buat sume
patutnye sume orang cuti tapi di PUSAT SAINS NEGARA, pekerjanya kene kerja pula kerana mahu melayan pengungjung2 yang ke sana.... thanks to you worker for giving the best treat....








 Lepas pergi PSN kami sume pergi PWTC tok tengok pameran buku kat sane...
tapi sebelum tue kami sume singgah kat somewhere tok isi perut kami sume yang hanya sarapan nuget & hotdog yang dibawa dari umah sahaja... pastu trus je pergi PWTC... nie la peluang aku tok beli novel banyak2... hehehe... murah gile, aku dapat 2 buah novel dengan harga RM30 je... 
KAU LAKSANA BULAN & GELAK TERGOLEK.... huh enjoy gile...
 Ada ADI PUTRA KECIL yang bagi aku dia amat bertuah kerana mendapat kurniaan dari tuhan satu kebolehan menghafal n kepandaiannya dalam bidang matematik...



hahaha... nie je lah waktu yang kami sekeluarga dapat spent time together...
love you MOM & thanks MOKDE sebab bawak kami pegi PWTC & jadi banker kami sume... thanks alot...

:) Smile Always

Kesian

utk jenaka dan juga utk pengajaran.. forwardkanlah buat renungan kwn-kwn.., khusus kpd insan bernama lelaki... suami ... dan... dot dot dot ????

Mat tidak pernah membantu isterinya membuat kerja-kerja rumah. Malah dia sering bersungut sendirian kerana telah merasa bosan setiap hari pergi kerja,sedangkan Nab isterinya hanya tinggal di rumah. Kalau boleh, dia mahu isterinya tahu betapa penat dan letihnya dia bekerja setiap hari untuk menanggung keluarga.

Satu malam ~~~~

Mat berdoa,"Ya Tuhanku. Aku bekerja 8 jam sehari sedangkan isteriku hanya tinggal di rumah bersama anak-anak. Aku mahu supaya dia tahu betapa letihnya aku bekerja setiap hari. Tolonglah ya Tuhan tukarkanlah aku dan isteriku. Biar aku yang menjadi isteri untuk sehari sahaja supaya dia pula dapat merasakan betapa letihnya aku bekerja. Biar aku pula yang berehat di rumah"

Tuhan Yang Maha Mengetahui telah mengkabulkan permintaan Mat. Pagi besoknya, ia bangun dari tidur, dan pastinya sebagai seorang isteri. Bangun saja dari tidur, dia bergegas ke bilik air, cuci gigi dan terus ke dapur menyediakan sarapan untuk suami dan anak-anak. Pastu bangunkan anak-anak dan melayan mereka bersarapan, pada masa yang sama melayan suami bersarapan. Pastu menghantar suami yang nak pergi kerja ke pintu, kembali membetulkan baju anak-anak yang nak ke sekolah dan menyediakan air yang anak-anak nak bawa ke sekolah.

Pastu panaskan injin kereta dan bergegas hantar anak-anak kesekolah. Balik dari sekolah terus ke pasar untuk membeli ikan dan keperluan dapur yang lain. Dekat dua jam baru sampai balik ke rumah. Simpan
barang-barang dapur ke dalam almari dapur dan ikan simpan dulu dalam peti ais. Kemudian kutip kain busyuk untuk dicuci dengan mesin sehingga selesai dan dijemur. Pastu baru mula memasak untuk anak-anak yang akan balik sekolah nanti.

Selesai masak, jam dah pukul 12.45 tengahari. Terpaksa pula bergegas ambil anak dari sekolah. Selesai ambil anak, beri pula mereka makan sebelum mengatur anak-anak supaya membuat kerja sekolah. Pastu terpaksa pula kemas rumah supaya jangan bersepah sangat. Komdian angkat kain di jemuran. Tiba-tiba anak bongsu menangis kerana terjatuh. Dah nak kena beri rawatan dan pujuk supaya tangisan tidak berlarutan. Dah selesai, kain-kain yang baru diangkat perlu pula dilipat dan disusun dalam almari. Sedar tak sedar, waktu Zohor dah tinggal tak berapa minit saja lagi. Terpaksa bergegas pulak tunaikan Zohor sebelum tertinggal. Selesai salam, azan Asar kedengaran. Selesaikan pulak solat Asar sebelum menyambung apa-apa kerja yang belum siap.

Belum sempat rehat, terpaksa pula balik ke dapur untuk menyiapkan makan malam. Lepas Maghrib, terpaksa layan suami dan anak-anak makan, pastu cuci pinggan mangkuk, pastu mandikan anak yang masih kecil, pastu uruskan supaya anak-anak masuk tidur.... dan macam-macam pastu lagi. Dekat pukul 11.00 malam barulah semua kerja rumahtangga selesai. Badan pun dah longlai lohe...Bolehlah rasanya nak berehat sikit.

Opps.... belum boleh rehat rupanya. Suami juga mahukan layanan. Berdosa isteri kalau tak melayani kemahuan suami. Tambahan pulak malam ni malam Jumaat. Maka suami dilayani dengan sewajarnya sehinggalah dia terkulai dua kali lohe dan langsung tertidur....... tak pasti pukul berapa.

Setelah terjaga sebelum dinihari, Mat segera bangun dan berdoa semula,"Ya Tuhanku. Barulah kini aku tahu.... Aku dah tak sanggup lagi jadi isteri. Aku keluar bekerja seharian pun tak penat macam ni. Ada
juga masa berehat, minum kopi dan berbual dengan kawan-kawan. Tolonglah kembalikan aku sebagai suami semula. Tobat aku tak sanggup dah jadi isteri. Salah sangkaanku selama ini bahawa kerja-kerja isteriku di
rumah begitu mudah. Biarlah isteriku terus di rumah dan aku keluar bekerja"

Sekonyong-konyong Mat terdengar satu suara ghaib berkata,"Wahai Mat,kamu belum boleh kembali menjadi suami sebab persetubuhanmu malam tadi telah menjadi benih. Kamu kenalah tunggu 9 bulan 10 hari lagi
untuk melahirkan anak sebelum kamu dapat menjadi suami kembali...."

Whatttt???... 9 bulan 10 hari???
.....Beranaaak???.......Waaaaaa.. tak nak, tak nak, tak taaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkk...!!!
"Bang, bang... Abangggg... apasal niii.....??"
Sergah satu suara disisinya. Mat melompat bangun dari katilnya dan terus memegang isterinya sambil bertanya,"Nab, Nab yang jadi suami atau abang yang jadi suami??? "Laaaaa... tebiat apa pulak abang ni. Kan Nab nie pompuan. Tentulah abang yang jadi suami..... Apa punya lawak pagi-pagi buta ni....."

Hari tu Mat mengambil cuti emergency dan sehari suntuk membantu isterinya membuat kerja-kerja rumah..... Hinggakan seluar kecik dan baju kecik Nab pun habis Mat kutip basuh... Nab terkedu beghok, terlopong dan jadi bisu seharian melihat gelagat suaminya.........

moral of the story :
Seorang isteri perlu disayangi, dihargai dan lindungi kerana ia adalah anugerah Tuhan yang tidak ternilai...
so, kepada semua insan2 yang sudah bergelar suami, moga anda sentiasa menghargai mereka & yang bakal menjadi suami pula, anda akan rasa nikmat umah tangga pada masa akan datang...

:) Smile Always